Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Desember 2014

Julukan-julukan Pemain Bola Paling Lucu

Julukan seorang pemain biasanya merujuk pada gaya permainan, ciri-ciri fisik, atau segala tindak-tanduknya dalam mengekspresikan diri di lapangan. Tidak itu saja. Bahkan, gosip atau perilaku pemain di luar lapangan juga bisa menjadi patokan pemberian julukan itu. Julukan bisa bermakna sebagai pujian atau justru sindiran buat yang bersangkutan.

Berikut ini sepuluh julukan pemain sepakbola yang mungkin bisa dianggap yang paling lucu.

1. Si Badut (Paul Gascoigne)

Paul Gascoigne merupakan salah satu pemain berbakat yang dimiliki Inggris. Dilahirkan di Gateshead, County Durham, 27 Mei 1967. Ia kerap dipanggil dengan sebutan "Gazza". Karirnya sebagai pesepakbola profesional diawali di klub yang musim ini terdegradasi dari Liga Primer Inggris, Newcastle United. Ia sempat hijrah ke Italia membela Lazio dan ke Skotlandia bergabung dengan Rangers. Selain Newcastle, ia pernah membela sejumlah klub Inggris lainnya. Sebut saja Tottenham Hotspur, Middlesbrough, dan Burnley.

Tahun 1990-an, ia dikenal sebagai selebriti sepakbola yang sering menghiasi media massa. Salah satu momen yang mungkin paling diingat banyak orang adalah saat ia menangis setelah dijatuhi kartu kuning di semi-final Piala Dunia 1990. Ia meratapi nasib karena terbayang tak akan bisa tampil di final. Saat itu Inggris harus berhadapan Jerman Barat di laga semi-final yang berlangsung di Stadion Delle Alpi, Turin. Inggris terpaksa mengaku kalah melalui babak adu pinalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1. Di final Jerman Barat bertemu Argentina, yang kemudian dimenangkan Jerman Barat berkat gol pinalti Andreas Brehme lima menit jelang bubaran.

Kembali mengenai Gazza. Ia memiliki julukan lucu, "Si Badut". Dijuluki Si Badut karena faktor bakat hebat yang dimilikinya. Layaknya seorang badut yang memiliki bakat menghibur banyak orang melalui aksi-aksi yang memukau, Gazza juga memberikan penampilan yang memuaskan buat para pecinta sepakbola, khusus para pendukung tim yang dibelanya. Sayang, kehebatan seorang Gazza tak diikuti dengan perilaku apiknya di luar lapangan. Ia memiliki kebiasaan mabuk-mabukan. Awal 2008, ia pernah ditahan polisi di sebuah hotel di kota Gateshead, Inggris, karena diduga terlibat dalam sebuah keributan. Anehnya, Gazza ditangkap dengan Undang-undang Kesehatan Mental.

2. Si Bebek (Alexandre Pato)

Nama asli pemain asal Brasil ini adalah Alexandre Rodrigues da Silva. Ia lahir pada 2 September 1989. Usianya terbilang masih sangat muda, 20 tahun. Tapi, bakatnya sudah luar biasa. Dinamakan "Si Bebek" karena ternyata Pato lahir di kota Pato Branco, ParanĂ¡ Brazil. Apa hubungannya dengan bebek? Oh, ternyata Pato Branco itu artinya kota Bebek Putih.

Bebek pasti berjalan sangat lambat. Tapi tidak dengan Si Pato, bintang muda AC Milan ini. Pato terbilang sangat gesit dalam berlari, mengejar, menggiring, bahkan menceploskan bola ke jala lawan. Setiap bek atau kiper lawan harus mewaspadai bebek yang satu ini. Ia akan memberikan ancaman serius bagi lawan-lawannya. Pato diyakini banyak pihak bakal menjadi pesepakbola terbaik dunia pada suatu waktu. Si Bebek punya talenta luar biasa!

3. Si Keledai Kecil (Arnaldo Ariel Ortega)

Bintang veteran asal Argentina ini lahir pada 4 Maret 1974 di Ladesma, Jujuy. Ia beroperasi sebagai striker atau gelandang serang. Sejumlah klub Eropa pernah dibelanya, yaitu Valencia, Sampdoria, Parma, dan Fenerbahce. Klub yang membentuk dan membesarkan namanya adalah River Plate. Setelah melanglang ke berbagai negara, ia akhirnya kembali ke klub perdananya itu.

Ortega dijuluki "Si Keledai Kecil" karena ia memiliki pengaruh bagi timnas Argentina. Memang namanya kalah beken dibanding Diego Maradona, Gabriel Batistuta, atau Lionel Messi. Tapi, dengan segala kehebatan yang dimilikinya ia disebut-sebut sebagai "Maradona Baru". Pada Piala Dunia 1998 di Prancis, ia dipanggil pelatih saat itu, Marcello Bielsa, dan diberi nomor punggung 10 peninggalan Maradona.

4. Shrek (Wayne Rooney)

Striker Manchester United Wayne Rooney ternyata dianggap memiliki rupa yang buruk. The Sun edisi Minggu (4/2/2007) pernah memasukkan nama penyerang tim nasional The Three Lions itu sebagai atlet paling buruk rupa. Laporan itu didasarkan pada polling yang dilakukan oleh sebuah lembaga riset Onepoll. Rooney mendapat suara terbanyak, sebesar 34 persen, dari empat ribu wanita yang diidentifikasi menyukai olahraga.

Rooney ternyata memiliki salah satu julukan unik, yaitu Shrek. Julukan ini merujuk pada tokoh kartun monster yang warna tubuhnya hijau dan memiliki buruk rupa. Seperti halnya Shrek, buruknya rupa tak mengahalangi kemampuan dirinya dalam menggaet sang pujaan hati. Ya, Rooney mampu menikahi Coleen McLoughlin yang dikenal sebagai salah satu perempuan seksi di Inggris.

5. Ibracadabra (Zlatan Ibrahimovic)

Zlatan Ibrahimovic memiliki julukan yang cukup lucu, "Ibracadabra". Anda tentu pasti sering mendengar kata "Sim Salabim Abkacadabra" dalam sebuah pengertian sihir atau mistis bila seseorang akan mengubah sesuatu yang diharapkan. Nah, di dunia sepakbola, pemain sekaliber Ibra mampu menyihir bola yang ada di kakinya atau di kepalanya bisa berbuah gol-gol indah, fantastis, dan tentunya bombastis.

Ibra telah menyihir sebagian penikmat sepakbola dengan aksi-aksi briliant dan cantik yang diperagakan di setiap pertandingan. Striker Barcelona itu memang pantas disebut sebagai salah satu pesepakbola handal abad ini. Kala para pendukung mengucapkan "Ibracadabra", maka sang dewa itu akan mempersembahkan yang terbaik buat mereka.

6.Serigala (Trifon Marinov Ivanov)

Pemain berjuluk "Serigala asal Bulgaria" itu lahir pada 27 Juli 1965 di Veliko Tarnovo. Ia merupakan mantan pemain Bulgaria yang pernah ikut mengantarkan negaranya menempati posisi keempat Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Satu golnya ke gawang Rusia juga berkontribusi penting meloloskan Bulgaria ke Piala Dunia 1998 di Prancis.

Dijuluki serigala karena penampilan Ivanov yang terlihar garang, dengan rahang yang begitu kuat ditambah jambangnya yang lebat dan jarang dicukur.

7. Quasimodo (Peter Beardsley)

Peter Baardsley merupakan salah satu mantan pemain Inggris. Ia pernah dijuluki Quasimodo yang merujuk pada tokoh kartun yang memiliki wajah buruk. Mantan pemain Newcastle ini juga ternyata juga memiliki penampilan unik dengan gaya rambut yang cukup aneh.

8. Goofy (Robert Earnshaw)

Striker asal Wales ini dijuluki "Goofy" karena ia dikenal mirip dengan tokoh dalam film kartun tersebut. Goofy adalah tokoh kartun ciptaan Walt Disney yang memiliki kepribadian selalu riang, punya rasa kesetiakawanan yang tinggi, optimis, dan bersikap "easy-going" dalam menghadapi segala sesuatu. Tapi, Goofy tak jarang melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang merugikan timnya. Para pendukung Cardiff City memberikan julukan itu kepada Earnshaw saat ia masih membela klub lamanya itu.

9. Si Ember (Yasar Duran)

Yasar Duran adalah kiper yang pernah membelas timnas Turki dalam sebuah pertandingan melawan Inggris pada November 1984 di Istanbul. Delapan gol berhasil disarangkan sejumlah pemain Inggris ke gawangnya. Kontan saja, setelah itu ia mendapat julukan ember.

10. Manusia Gajah (Davie Dodds)

Striker yang satu ini pernah membela Dundee United dan mengantarkan klub menjuarai Liga Skotlandia pada 1983. Satu tahun berselang ia memperkuat Dundee saat bermain di semi-final Piala Eropa. Sayang, Dundee harus mengaku kalah dan tersingkir oleh AS Roma dengan agregat 3-2. Meski demikian, para pendukung Dundee tetap puas dengan penampilan Dodds dan mereka memberinya julukan "Manusia Gajah" karena ia terus tampil ngotot dan habis-habisan hingga pertandingan usai. Luar biasa!

Sabtu, 29 November 2014

10 Cewek Sexy Mantan Pacar Cristiano Ronaldo

alaupun baru 24 tahun, Cristiano sudah memiliki 3 segi tiga dunia: harta, tahta, dan wanita. Urusan harta, sebagai pemain bola ternama, gaji Ronaldo puluhan milyar per pekan. Perihal tahta, beberapa kali ia menjadi pemain terbaik Liga Inggris, Pemain Terbaik Dunia, dan Pemain Terbaik Eropa
Bagaimana dengan wanita? Setali tiga uang, Ronaldo digilai banyak wanita sexy. Pendek kata, ia tinggal tunjuk wanita mana yang ia sukai. Nah, di bawah ini adalah wanita sexy yang pernah jatuh dalam pelukan gelandang elegan asal Portugal ini.
1. Jordana Jardel


2. Karina Ferro



3. Isabel Figueir



4. Diana Chaves



5. Gemma Atkinson




6. Maria Sharapova



7. Nereida Gallardo



8. Imogen Thomas



9. Niki Ghazian



10. Gabriela Endringer

 

Rabu, 26 November 2014

Mobil2 Bintang Sepakbola

David Beckham = Porche 911 Turbo


US$122,900/ 1,3 milliar


Wayne Rooney = Lamborgini Gallardo



US$ 175,000 / 1,7 milliar

hendry


US$234,260 / 2.3 milliar

C.ronaldo


US$109,000 / 1 milliar



US$203600 / 2 milliar



US$ 179,200 / 1,8 milliar



Didier Drogba – Mercedes SL65


US$250,000 / 2,5 milliar


Rio Ferdinand – Bentley Arnage

US$224,990 / 2,2 milliar

Sol Campbell – BMW X5


US$46,650 - $55,130 / 450 jt - 550 jt


David James – Chrysler 300C

Selasa, 18 November 2014

10 Penjaga Gawang Terbaik Sepanjang Masa

1. Lev Yashin (Uni Soviet)

Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan.

Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan.
Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.

2. Rinat Dasayev (Uni Soviet)
Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final.

Dasayev yang dijuluki “Tirai Besi” dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990.
Terakhir ia tampil di Luzhniki Stadium saat final Liga Champions Mei lalu dengan membawa piala tersebut ke lapangan. Hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai duta final itu di Moskwa.

3. Dino Zoff (Italia)
Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Selain itu, ia juga menjadi kiper kedua yang menjadi kapten di tim yang juara, dan juga terpilih menjadi kiper terbaik.

Padahal di awal karirnya, ia sempat ditolak oleh Inter Milan dan Juventus karena dianggap kurang tinggi. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).

4. Gordon Banks (Inggris)
Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, ia baru menjadi legenda di dunia sepakbola lewat tindakan yang dilakukannya empat tahun kemudian di Piala Dunia Meksiko.

Saat Inggris bertanding melawan Brasil, Pele menanduk bola ke tiang jauh gawang Inggris sambil berteriak “Gol!”. Hal itu dilakukannya karena ia sangat yakin Banks tidak dapat menyelamatkan gawangnya.
Tetapi Banks yang berada dalam posisi yang salah, berhasil melompat ke arah yang berlawanan dan menyentuh bola tersebut dengan sebagian ibu jarinya hingga bola itu mental melewati mistar gawang.

Sang kiper tahu ia dapat menyentuh bola, namun berpikir bolanya masih melewati garis gawang. Ia baru sadar tidak terjadi gol setelah mendengar sambutan dari penonton di stadion dan diselamati oleh kapten Bobby Moore. Pele sendiri mengatakan kalau penyelamatan yang dilakukan Banks tersebut adalah yang terhebat yang pernah ia saksikan.

5. Peter Schmeichel (Denmark)
Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.
Tingkat refleksnya yang mengagumkan bagi orang seukuran dia, serta kemampuannya mengubah pertahanan menjadi penyerangan langsung lewat lemparan jauhnya ke para penyerang, menjadi salah satu alasan utama mengapa United menjadi tim yang mendominasi Liga Primer Inggris di era 90an.
6. Gianluigi Buffon (Italia)
Nilai transfer yang menjadikannya kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon (foto) menjaga gawang di lapangan hijau. Selain itu, sederet gelar individual yang diraihnya dari berbagai pihak juga menjadi jaminan atas kemampuannya.

Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.

7. Iker Casillas (Spanyol)
Ia baru berusia 27 tahun, tetapi telah tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa.
Walaupun ia baru bermain di tim senior Madrid sejak 1999, ia kelihatannya selalu menjadi pilihan pertama Los Merengues di bawah mistar. Di usianya yang ke-19, Casillas menjadi kiper paling muda yang tampil di final Liga Champions saat Madrid mengalahkan Valencis 3-0.

8. Petr Cech (Republik Ceko)
Ketika Chelsea menjadi juara Liga Primer selama dua kali berturut-turut, banyak pihak menganggap itu adalah akibat dari tangan dingin Jose Mourinho. Tetapi yang berada di bawah mistar The Blues adalah Cech, yang baru dibeli dari Rennes dan tadinya akan dijadikan cadangan Carlo Cudicini.

Saat Cech harus absen selama tiga bulan akibat benturan dengan pemain Reading Stephen Hunt, Chelsea gagal mempertahankan gelar Liga Primer. Insiden tersebut membuat Cech harus mengenakan pelindung kepala hingga sekarang.

Cech menjadi kiper terbaik 2008 pilihan UEFA, dan walaupun sempat membuat blunder di Euro 2008 saat melawan Turki, ia tetap menjadi pilihan pertama di tim nasional Republik Ceko dan juga Stamford Bridge.

9. Edwin van der Sar (Belanda)
Saat van der Sar memblok tendangan Nicolas Anelka di final Liga Champions, ia benar-benar menjadi momok bagi pemain Chelsea saat adu penalti. Hal itu karena di ajang Community Shield sebelumnya, ia juga telah melakukan hal yang sama dengan menepis semua tendangan penalti yang dilakukan pemain The Blues.
Van der Sar menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai kiper yang menjuarai Liga Champions bersama dua klub yang berbeda, yaitu Ajax Amsterdam dan Manchester United.

10. Dida (Brasil)
Setelah Claudio Taffarel, Dida menjadi kiper baru asal Brasil yang diperhitungkan dalam dunia sepakbola. Hal itu terbukti saat dirinya menjadi kiper pertama dari tim Samba yang termasuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or di tahun 2003 dan 2005.

Biarpun Dida telah memenangkan Piala Dunia bersama Brasil, dan berbagai gelar domestik & internasional bersama AC Milan, sayangnya ia juga dikenal akibat beberapa insiden yang kurang baik. Yang terakhir adalah saat ia pura-pura jatuh dan terluka saat disentuh oleh seorang suporter Glasgow Celtic di pertandingan Liga Champions.

Minggu, 09 November 2014

Sepuluh Figur Botak Paling Top Dalam Sepakbola

10. Pierluigi Collina
Tak lengkapnya bila tidak menyebut Pierluigi Collina. Meski bukan pesepakbola, ia sosok wasit yang disegani dan melegenda. Ia sudah kehilangan rambutnya saat masih muda karena serangan penyakit alopecia.

Kepalanya yang plontos justru menjadi trade mark Collina. Diakui sebagai wasit yang tegas sehingga kerap memimpin pertandingan-pertandingan besar. Semua pemain di seluruh dunia menaruh respek pada wasit yang memiliki julukan Kojak ini.

9. Yordan Letchkov
Si botak yang menjadi pahlawan Bulgaria. Sebaliknya, Yetchkov adalah mimpi buruk Jerman di Piala Dunia 1994. Tandukan dari kepalanya yang botak menjebol gawang Jerman sekaligus mengantarkan Bulgaria menang 2-1.


Ironis sekali karena dalam pertandingan itu, Jerman sudah unggul lebih dulu. Namun, Jerman yang berstatus juara bertahan akhirnya harus disingkirkan oleh tim nonunggulan.

Bagi Letchkov, gol tersebut menjadi sangat istimewa karena sehari sebelumnya ia merayakan ulang tahunnya yang ke-27.

8. Grzegorz Lato
Kerap dilupakan dalam daftar terbesar. Padahal ia menjadi topskor Piala Dunia 1974. Saat dunia terpesona dengan sihir Johan Cruyff dan ketenangan seorang Franz Beckenbauer, namun Lato berhasil mencuri perhatian dengan menjadi pencetak gol terbanyak.

Ia mengungguli striker Jerman [Barat] Gerd 'der bomber' Mueller dan bintang Belanda Johan Neeskens. Pemain sayap yang mudah dikenali dengan kepalanya yang botak dan juga kecepatannya.

7. Roberto Carlos
Legenda Real Madrid dan salah satu bintang yang pernah dilahirkan Brasil. Disebut sebagai tipikal bek modern karena tidak ingin terpaku di posisinya. Roberto Carlos tak pernah lelah melapis serangan dengan menyusuri sektor kiri.

Ia tak berhenti melepaskan umpan silang tapi juga melakukan penetrasi. Dalam waktu yang singkat, dia sudah kembali ke posisinya saat tim mendapat serangan lawan. Ini hanya bisa dilakukan oleh bek yang bertenaga kuda.

Keistimewaan lain, tendangan bebasnya yang terukur dan keras. Ia mencetak banyak gol dari bola-bola mati.

6. Alfredo de Stefano
Saat Real Madrid mendominasi sepakbola Eropa dengan memenangi European Championship Cup (sekarang menjadi Liga Champions), satu nama yang selalu disebut: Alfredo di Stefano.

Pemain dengan kepala botak di bagian depan ini pernah memperkuat tiga negara, Argentina, Kolombia dan Spanyol. Namun Di Stefano pernah mendapat julukan yang unik, Blonde Arrow alias Anak Panah yang Pirang!

5. Bobby Charlton
Bintang masa lalu Manchester United dan Inggris. Memenangi Piala Dunia 1966 bersama Inggris dan dua tahun kemudian mengantarkan The Red Devils merebut European Cup. United menjadi tim Inggris pertama yang memenanginya.

Rambutnya mulai rontok pada awal 1960-an. Namun hanya kepala bagian tengah yang kehilangan rambut. Sedangkan sisi kiri dan kanannya masih tumbuh rambut. Dia kemudian memanjangkan rambut yang masih bisa tumbuh dan kemudian menutupi bagian yang botak.

Gayanya kemudian menjadi tren dan bahkan mewabah. Gaya itu kemudian dikenal sebagai Bobby Charlton-Comb Over dan menjadi kultur populer di Inggris.

4. Fabio Cannavaro
Model rambutnya kerap berubah. Namun, Cannavaro populer dengan kepala yang hampir gundul saat memimpin Italia memenangi Piala Dunia 2006.

Prestasinya pun mengkilap seperti kepalanya. Dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2006. Satu-satunya pemain belakang yang pernah terpilih.

Pemain paling senior di timnas dan memiliki caps terbanyak, 132.

3. Fabien Barthez
Kiper yang terkenal dengan kepalanya yang plontos. Barthez menjadi salah satu bintang yang mengantarkan Prancis menjadi juara dunia 1998.

Sukses itu menjadikan Barthez sebagai pemain kedua paling populer di Prancis setelah Zinedine Zidane. Momen yang tak pernah dilupakan adalah kepalanya yang botak selalu dicium bek Laurent Blanc sebelum pertandingan.

Barthez menjadi kontroversi saat kembali menjadi pilihan pertama di Piala Dunia 2006. Pasalnya, publik menghendaki Gregory Coupet.

Namun, Barthez yang terpilih menjadi kiper utama. Ia yang kemudian menjadi kapten saat Zidane diusir pada final.


2. Ronaldo
Sudah masuk skuad Brasil saat memenangi Piala Dunia 1994. Namun, kontribusinya begitu nyata saat membawa Brasil menjadi juara dunia 2002. Dia juga menjadi topskor di turnamen sepakbola paling akbar itu.

Dalam sebuah polling online yang dilakukan GOAL.com pada 2010, Ronaldo terpilih sebagai Player of The Decade setelah mengumpulkan 43,63% suara.


Di final, ia tampil dengan potongan rambut yang unik. Ronaldo mencukur habis rambutnya dan menyisakan sedikit di ujung kepala. Model kepala 'si kuncung' langsung ngetop. Lebih populer ketimbang saat dia berkepala botak.

Kini, ia bermain di Corinthians. Hanya sedikit aneh saat menyaksikan Ronaldo tampil dengan rambut di kepalanya.

1. Zinedine Zidane
Zidane tampil dengan kepala botak hampir di sepanjang karir sepakbolanya. Meski sempat muncul dengan rambut di kepalanya, namun Zidane lebih dikenal sebagai pesepakbola botak alias plontos.

Hebatnya, kepala Zizou yang botak justru memiliki potensi komersial. Dia menandatangani kontrak besar dengan berbagai brand karena kepalanya yang tak berambut.

Kebetulan lagi, Prancis yang memenangi Piala Dunia 1998 dihuni tiga pemain botak. Selain dirinya, ada Franck Leboeuf dan kiper Fabien Barthez.